Selasa, 23 Juli 2013

Warren Buffet

JAKARTA, KOMPAS.com - Warren Edward Buffett dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia melalui kecerdikannya berinvestasi. Apa saja yang dilakukannya untuk menggandakan kekayaan tersebut?
Pengajar investasi dan Ketua Departemen Keuangan di Prasetya Mulia Business School Lukas Setia Atmaja menjelaskan, Warren Buffett bisa dijadikan contoh khususnya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. "Dia selalu bisa menggandakan uangnya dengan cara membeli saham yang bagus, tapi murah. Lalu saham tersebut dibiarkannya bertahun-tahun," ungkap Lukas saat peluncuran buku "Just Duitto" di acara Indonesia Financial Expo and Forum di Jakarta Convention Center, Minggu (7/10/2012).
Menurut Lukas, masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar saham juga harus memperhatikan kriteria-kriterianya. Ada lima kriteria sebelum seseorang bisa memutuskan untuk membeli saham yang bagus tersebut.
Pertama, perusahaan tersebut memiliki manajemen yang bagus baik dalam bisnis maupun kinerjanya. Kedua, sektor bisnis dari perusahaan tersebut cukup cemerlang misalnya sektor batubara, kelapa sawit dan sebagainya. Ketiga, perusahaan tersebut mampu untung besar. Keempat, perusahaan tersebut terus tumbuh, setiap tahun ekspansi bisnis. Kelima, valuasi harga sahamnya wajar.
"Jika perusahaan tersebut memiliki lima kriteria itu, maka segera beli sahamnya. Asal harganya wajar," katanya.
Selain itu, Lukas juga mengutip delapan prinsip investasi ala Warren Buffett. Melalui prinsip tersebut, masyarakat bisa mengetahui cara orang terkaya di dunia itu mengelola uangnya. Berikut delapan prinsip investasi ala Warren Buffett:
1. Investasi segera, jangan spekulasi sebelum memulai investasi, pastikan kita menganalisis produk investasi apa saja yang memberikan imbal hasil (yield) yang baik. Di sini, jangan tergoda dengan yield yang signifikan, misalnya tergoda yield 200 persen per tahun. Namun yang penting adalah uang kita aman, bukannya menyusut.

2. Investasi tidak perlu banyak. Seorang Warren Buffett hanya memiliki portofolio sekitar 30 jenis saham hingga saat ini. Namun dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia, bahkan pernah menjadi nomor satu menurut majalah Forbes pada 2010.

3. Bukan beli sahamnya tapi bisnisnya. Meski kita membeli saham pada sebuah perusahaan, bukan berarti kita punya saham di situ saja. Namun itu berarti bahwa kita menjadi salah satu pemilik dari perusahaan yang sahamnya kita beli itu, bahkan meski hanya membeli 1 lot saham (500 lembar saham) saja.

4. Jangan utang untuk beli saham. Jangan membeli saham memakai uang panas. Studi membuktikan bahwa orang yang suka berutang untuk membeli saham, cenderung sebagai spekulan. Sehingga dia akan selalu tergoda untuk menjual saham ketika naik sedikit untuk mendapatkan untung. Padahal investor seperti Warren Buffett merupakan investor jangka panjang. Lebih baik membeli satu lot saham, namun itu secara terus menerus dan bisa dibeli dengan uang sendiri. Khususnya dengan seiring kenaikan pendapatan kita maka investasi untuk membeli saham juga harus ditingkatkan.
Sebagai contoh, investasi di saham akan memberikan yield hingga 30-40 persen dalam kurun 5 tahun terakhir. Padahal investasi di produk lain justru hanya memberikan yield di bawah itu.

5. Alokasikan uang secara efisien. Jika Anda memiliki saham yang kurang berprospek bagus, maka segera jual saham tersebut dan investasikan ke saham lain yang lebih menguntungkan.

6. Berpikirlah independen. Meski Warren Buffett menjadi salah satu orang terkaya dunia, tapi gaya hidupnya justru sederhana. Hingga umurnya mencapai 82 tahun kini, dia tetap tinggal di Omaha, Nebraska, sekitar 1.800 km dari New York. Apa alasannya?
Dia ingin jauh dari prediksi analis, khususnya yang bisa menjatuhkan saham yang dimilikinya. Dia selalu percaya diri terhadap saham yang telah dibeli, meski analis memprediksi saham tersebut akan anjlok. Rumahnya pun juga sederhana di Omaha. Bahkan istrinya sampai tidak betah hidup dengan Buffett (karena dianggap terlalu sederhana, meski dia kaya raya) dan pindah ke San Fransisco. Makanannya pun cuma sekadar junk food dan minuman Cola-cola. Kebetulan dia memfavoritkan saham Cola-cola yang juga dibelinya sehingga dia setiap hari minum minuman bersoda itu.

7. Terbuka. Warren Buffett memiliki pikiran terbuka khususnya dalam menerima pandangan orang lain. Namun ini bukan terkait prediksi saham yang telah dibelinya. Pandangan terbuka ini dilakukan saat Warren Buffet tidak mau membeli saham-saham perusahaan IT (information technology). Baginya, saham itu tidak menguntungkan. Dia juga pernah menolak untuk membeli saham Facebook karena ternyata sampai sekarang sahamnya juga terus terpuruk. Dia juga tidak mau membeli perusahaan dotcom seperti Google, Yahoo dan sebagainya. Meski saham tersebut naik turun, portofolio investasinya selamat karena tidak ada satu sahampun dari jenis perusahaan IT.
Saat krisis lalu, saham dotcom ini anjlok signifikan. Namun ternyata, Buffett pun mempertimbangkan untuk membeli saham IBM (perusahaan komputer di Amerika Serikat). Padahal dia dulu benci sekali dengan saham perusahaan IT.

8. Berbagi. Ini yang paling sulit ditiru. Buffett dianggap sebagai salah satu orang terkaya. Namun dia juga terus mendermakan kekayaannya ke pihak lain. Contohnya dia baru saja mendermakan 31 miliar dollar AS ke yayasan milik Bill Gates. Anaknya justru hanya diberikan satu portofolio saham yang dimilikinya. Anehnya, jumlah kekayaan yang dibagikan ke orang lain itu melebihi jumlah kekayaan yang dibagikan ke anak cucunya.

"Lantas apa guna dia mengumpulkan banyak saham, kaya raya lalu memberikannya ke orang lain yang membutuhkan? Ya itu memang hobinya. Baginya, uang bukan segala-galanya. Intinya jangan serakah dalam berinvestasi. Jadilah investor jangka panjang dan nikmatilah imbal hasil saham itu secukupnya. Sisanya berikan ke orang lain yang membutuhkan," kata Lukas.
Prinsip-prinsip ala Warren Buffett tersebut bisa diketahui secara mendalam dalam buku "Just Duitto" yang ditulis oleh Lukas Setia Atmaja dan kartunis Thomdean. Buku tersebut diterbitkan oleh Kontan Publishing (Kelompok Kompas Gramedia) yang mengupas investasi secara gampang dan ringan dalam bentuk kartun.
"Ini menjadi buku alternatif, khususnya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi namun malas membaca buku investasi yang cenderung berat," katanya.

1. Membeli saham sama dengan membeli bisnis
Jika sebuah bisnis berkinerja bagus, harga sahamnya akan mengikuti.;
Bagaimana mengetahui bisnis yang bagus? Pertama-tama, Anda harus mengerjakan PR, yaitu riset fundamental perusahaan tersebut. Sebab, bagi Buffett, syarat mutlak berinvestasi adalah mengerti bisnisnya dulu. Ia berulang kali menolak berinvestasi di berbagai saham teknologi murah karena mengaku tak kenal bisnisnya. “Risiko datang ketika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan,” tuturnya.
Karena itu, Buffett juga menyarankan untuk memastikan kekuatan manajemen perusahaan itu. Menurut buku ‘The Warren Buffett Way', ia punya tiga pertanyaan menyangkut manajemen sebuah perusahaan. Apakah mereka rasional? Apakah mereka mengakui kesalahan? Apakah mereka bisa menahan tuntutan institusi? Buffett tak suka manajemen yang hanya mengikuti arus dan mengkopi kompetitor.


2. Beli perusahaan yang menguntungkan
Buffett lebih suka berinvestasi pada perusahaan yang membukukan keuntungan dengan konsisten. Artinya, dalam jangka panjang misalnya 10 tahun, perusahaan itu konsisten meraup keuntungan.
Ia pun mengukur tingkat keuntungan perusahaan misalnya dengan melihat return on equity (ROE), return on invested capital (ROIC), dan margin laba perusahaan, lalu membandingkannya dengan perusahaan kompetitor atau industri.
Tapi hati-hati, kadang perusahaan dengan ROE tinggi memiliki utang yang besar pula. Buffett sangat menghindari perusahaan macam ini. Ia pernah bilang, “Jika Anda berada di kapal yang bocor kronis, energi untuk mengganti kapal bakal lebih produktif ketimbang energi untuk menambal kebocoran.”
Catatan:
ROE = laba bersih/ekuitas
Margin laba = laba bersih/penjualan bersih
ROIC = (laba bersih-dividen)/total modal


3. Beli saham bagus di harga murah
Harga adalah apa yang Anda bayarkan, nilai adalah apa yang Anda dapatkan.
Jadi, belilah selalu saham yang harganya lebih murah daripada nilai sebenarnya. Ini prinsip utama Buffett yang ia pelajari dari guru favoritnya, Benjamin Graham. Caranya adalah cermat memperhatikan fluktuasi pasar dan memanfaatkannya. Ketika pasar serakah, Buffett cenderung menahan diri. Tapi sebaliknya, begitu pasar takut, ia mulai menebar jala berburu saham bagus tapi murah. Strategi kontrarian ini mudah diucapkan tapi pada kenyataannya sulit diterapkan. Sebab, lazim terjadi emosi dan kepanikan akan menyergap investor di tengah situasi buruk.


4.Berinvestasi jangka panjang
"Belilah hanya sesuatu yang Anda akan benar-benar senang memegangnya jika pasar tutup selama 10 tahun.
Ketika membeli sebuah saham, Buffett berpatokan akan menyimpannya dalam jangka panjang bahkan seumur hidupnya. Ia menyimpan sejumlah saham yang tak pernah ia jual sampai sekarang seperti Coca-Cola, GEICO, dan Washington Post.

5. Economic moat
Buffett menemukan istilah baru ini, yang secara harafiah berarti parit perlindungan ekonomi. Tapi yang dimaksud Buffett adalah perusahaan yang punya keunggulan kompetitif.  Perusahaan bertipe economic moat dapat melindungi bisnisnya dari kompetitor karena ia punya kelebihan tersendiri.
Kelebihan ini bisa berupa merek yang kuat, paten, atau posisi geografis. Memakai prinsip ini, Buffett membeli McDonalds, Coca Cola, dan P&G.
- See more at: http://lipsus.kontan.co.id/v2/warren_buffett/read/60/Lima-cara-berinvestasi-seperti-Warren-Buffett#sthash.4PdDKltJ.dpuf


1. Membeli saham sama dengan membeli bisnis
Jika sebuah bisnis berkinerja bagus, harga sahamnya akan mengikuti.;
Bagaimana mengetahui bisnis yang bagus? Pertama-tama, Anda harus mengerjakan PR, yaitu riset fundamental perusahaan tersebut. Sebab, bagi Buffett, syarat mutlak berinvestasi adalah mengerti bisnisnya dulu. Ia berulang kali menolak berinvestasi di berbagai saham teknologi murah karena mengaku tak kenal bisnisnya. “Risiko datang ketika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan,” tuturnya.
Karena itu, Buffett juga menyarankan untuk memastikan kekuatan manajemen perusahaan itu. Menurut buku ‘The Warren Buffett Way', ia punya tiga pertanyaan menyangkut manajemen sebuah perusahaan. Apakah mereka rasional? Apakah mereka mengakui kesalahan? Apakah mereka bisa menahan tuntutan institusi? Buffett tak suka manajemen yang hanya mengikuti arus dan mengkopi kompetitor.


2. Beli perusahaan yang menguntungkan
Buffett lebih suka berinvestasi pada perusahaan yang membukukan keuntungan dengan konsisten. Artinya, dalam jangka panjang misalnya 10 tahun, perusahaan itu konsisten meraup keuntungan.
Ia pun mengukur tingkat keuntungan perusahaan misalnya dengan melihat return on equity (ROE), return on invested capital (ROIC), dan margin laba perusahaan, lalu membandingkannya dengan perusahaan kompetitor atau industri.
Tapi hati-hati, kadang perusahaan dengan ROE tinggi memiliki utang yang besar pula. Buffett sangat menghindari perusahaan macam ini. Ia pernah bilang, “Jika Anda berada di kapal yang bocor kronis, energi untuk mengganti kapal bakal lebih produktif ketimbang energi untuk menambal kebocoran.”
Catatan:
ROE = laba bersih/ekuitas
Margin laba = laba bersih/penjualan bersih
ROIC = (laba bersih-dividen)/total modal


3. Beli saham bagus di harga murah
Harga adalah apa yang Anda bayarkan, nilai adalah apa yang Anda dapatkan.
Jadi, belilah selalu saham yang harganya lebih murah daripada nilai sebenarnya. Ini prinsip utama Buffett yang ia pelajari dari guru favoritnya, Benjamin Graham. Caranya adalah cermat memperhatikan fluktuasi pasar dan memanfaatkannya. Ketika pasar serakah, Buffett cenderung menahan diri. Tapi sebaliknya, begitu pasar takut, ia mulai menebar jala berburu saham bagus tapi murah. Strategi kontrarian ini mudah diucapkan tapi pada kenyataannya sulit diterapkan. Sebab, lazim terjadi emosi dan kepanikan akan menyergap investor di tengah situasi buruk.


4.Berinvestasi jangka panjang
"Belilah hanya sesuatu yang Anda akan benar-benar senang memegangnya jika pasar tutup selama 10 tahun.
Ketika membeli sebuah saham, Buffett berpatokan akan menyimpannya dalam jangka panjang bahkan seumur hidupnya. Ia menyimpan sejumlah saham yang tak pernah ia jual sampai sekarang seperti Coca-Cola, GEICO, dan Washington Post.

5. Economic moat
Buffett menemukan istilah baru ini, yang secara harafiah berarti parit perlindungan ekonomi. Tapi yang dimaksud Buffett adalah perusahaan yang punya keunggulan kompetitif.  Perusahaan bertipe economic moat dapat melindungi bisnisnya dari kompetitor karena ia punya kelebihan tersendiri.
Kelebihan ini bisa berupa merek yang kuat, paten, atau posisi geografis. Memakai prinsip ini, Buffett membeli McDonalds, Coca Cola, dan P&G.
- See more at: http://lipsus.kontan.co.id/v2/warren_buffett/read/60/Lima-cara-berinvestasi-seperti-Warren-Buffett#sthash.4PdDKltJ.dpuf

Saham

Kisah Sukses Lo Kheng Hong - Warren Buffett Indonesia

Lo Kheng Hong, Menjadi Kaya Sambil Tidur
Sembari ongkang-ongkang kaki, lenggang kangkung, dan tidur pulas, Lo
Kheng Hong bisa menjadi miliarder di pasar saham dan mengeduk gain
hingga 150.000%. Itukah buah filosofi ‘menjadi kaya sambil tidur’?

Asetnya di pasar saham disebut-sebut bernilai triliunan rupiah. Ia
mengoleksi sejumlah saham yang mampu mencetak keuntungan investasi
(capital gain) hingga ratusan, ribuan, bahkan ratusan ribu persen.
Tapi, jangan bayangkan pria berusia 52 tahun ini punya karakter dan
penampilan glamour, agresif, dinamis, meledak- ledak, atau
beradrenalin tinggi.

Lo Kheng Hong adalah pribadi yang bersahaja, sabar, rendah hati,
kalem, bahkan terkesan dingin. Boleh jadi, pembawaannya inilah yang
menjadikan Kheng Hong sukses sebagai investor di pasar saham.

Yang pasti, Kheng Hong tak hanya lihai memilih saham-saham yang mampu
menghasilkan gain besar. Ia juga mahir memosisikan diri di lantai
bursa, baik saat pasar bearish maupun bullish. Tapi Kheng Hong bukan
tipe investor yang sepanjang hari memelototi pergerakan harga saham
atau setiap saat mencermati perkembangan isu, rumor, dan berita di
lantai bursa, dengan kewaspadaan ekstra tinggi. Ia juga tidak
melengkapi diri dengan handphone canggih, laptop terkini, notebook,
iPad, atau perangkat paling mutakhir sejenisnya.

Kheng Hong memang lebih memosisikan diri sebagai investor jangka
panjang ketimbang investor jangka pendek atau trader. Mungkin, itulah
sebabnya, kalangan praktisi pasar saham menjulukinya sebagai ‘Warren
Buffett Indonesia’.

“Investor di pasar saham kebanyakan ikut-ikutan dan tidak mengerti
saham apa yang dibeli. Kebanyakan orang panik karena mereka tidak tahu
apa yang mereka beli. Semakin cepat panik seorang investor, semakin
menunjukkan bahwa ia tidak tahu apa-apa,” kata Lo Kheng Hong kepada
wartawan Investor Daily Nurfiyasari dan Abdul Aziz serta pewarta foto
Eko S Hilman di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi ayah dua anak ini, lebih menguntungkan menjadi investor jangka
panjang dibanding menjadi trader. “Kalau trading, dapatnya receh dan
bisa bikin stres. Kalau pegang saham dalam jangka panjang, dapat
uangnya besar,” ujar Kheng Hong.

Kematangan, kecerdasan, ketenangan, dan kesabaran telah menjadikan Lo
Kheng Hong sebagai pemain saham sejati. Berkat itu pula ia berhasil
lolos dari krisis moneter 1997- 1998, bahkan kemudian menangguk
keuntungan hingga 150.000%. ”Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh.
Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya
tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham. Akhirnya uang saya
meningkat 150.000% sampai saat ini,” tuturnya.

Yang unik, aset kekayaan Lo Kheng Hong hampir seluruhnya dalam bentuk
saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia sama sekali
tidak tergoda untuk mendiversifikasi investasinya ke instrumen lain,
seperti emas, properti, atau kendaraan Bahkan, mantan kepala cabang
Bank Ekonomi ini sama sekali tak tertarik untuk mendirikan perusahaan,
termasuk perusahaan sekuritas.

“Saya hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau terjadi
krisis saya masih punya uang untukmembeli saham. Saya tidak bekerja,
tidak punya perusahaan, tidak punya pelanggan seorang pun, tidak punya
karyawan seorang pun, dan tak punya bos. Hanya punya seorang sopir dan
dua pembantu,” papar Lo Kheng Hong yang sudah 22 tahun bermain saham.

Apa saja tips Lo Kheng Hong hingga ia mampu mengeduk keuntungan besar
dari pasar saham? Bagaimana harus bersikap saat pasar mengalami
bullish, bearish, atau crash? Berikut petikan lengkap wawancara dengan
pria yang mengaku berasal dari keluarga tak mampu dan kelak berniat
menyumbangkan kekayaannya kepada fakir miskin tersebut.

Kenapa Anda tertarik bermain saham?
Saya tertarik bermain saham karena saham dapat memberikan keuntungan
yang besar dan tidak capek seperti di sektor riil.

Apa enaknya menjadi investor saham?
Pertama, seorang pemain saham dapat menjadi orang yang terkaya di
dunia, seperti Warren Buffett. Banyak orang yang tidak tahu dan tidak
percaya. Mereka hanya tahu banyak orang yang rugi, orang kaya jadi
miskin karena bermain saham, bahkan ada yang bunuh diri karena saham.

Kedua, seorang pemain saham punya banyak waktu, bebas, dan tidak
dipusingkan oleh urus-mengurus karyawan, pelanggan, dan lain-lain. Di
perusahaan, status investor saham adalah sleeping partner, sehingga
waktu luangnya bisa diisi dengan hal-hal yang disukai.

Ketiga, semua keuntungan perusahaan menjadi milik pemegang saham,
padahal yang bekerja keras adalah direksi, komisaris, manajer, dan
seluruh karyawan, tetapi mereka hanya menerima gaji dan bonus. Mereka
tidak punya hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan.
Memiliki perusahaan yang untung besar seperti memiliki mesin pencetak
uang.

Sejak kapan Anda bermain saham?
Saya bermain saham sejak 1989, 22 tahun yang lalu. Saya dilahirkan
dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Orangtua hanya pegawai
kecil. Saat tamat SMA, saya belum punya biaya untuk kuliah. Kemudian
saya jadi pegawai tata usaha di bank, waktu itu saya disuruh-suruh
untuk fotokopi dan lainnya. Kemudian saya bisa bekerja sambil kuliah.
Saya pilih kampus yang murah sesuai kemampuan keuangan. Saat bekerja
di bank itulah, saya mulai main saham. Saya sempat menjadi kepala
cabang. Saya kemudian keluar dari bank dan fokus main saham.

Anda saat ini punya saham apa saja?
Saya punya saham sekitar 30 emiten, antara lain di Multibreeder
Adirama Indonesia Tbk (MBAI), dengan kepemilikan 8,29% lebih. Saham
saya banyaknya bukan di LQ45. Kepemilikan saya di saham lain di bawah
5%. Saya tipe investor jangka panjang.

Kalau trading, dapatnya receh, kalau jangka panjang dapat uangnya
besar. Saya pegang saham ini sudah enam tahun. Saya beli tahun 2005
seharga Rp 250 dan harganya sempat menyentuh Rp 31.500. Belum saya
jual, padahal gain-nya sudah 12.600%.

Cara Anda memilih saham?
Saya lihat manajemen. Apakah menerapkan Good Corporate Governance
(GCG) atau tidak. Saya cari dari kompetitornya, biasanya mereka tahu.
Saya cari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini
menyangkut harta saya. Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu.
Lihat manajemen, apakah pengelolanya jujur atau tidak. Jangan sampai
pengelolanya suka ambil uang perusahaan, sehingga saya sebagai
sleeping partner dirugikan.

Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua
manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain. Kemudian lihat sektor
usahanya, bagus atau tidak. Ada sektor yang kurang menarik, misalnya
sepatu, tekstil, dan garmen. Tetapi ada juga yang menarik, seperti
kelapa sawit dan pakan ayam.

Orang banyak makan ayam karena ayam merupakan sumber protein termurah
dan dampak negatifnya terhadap kesehatan lebih rendah dibanding yang
lain. Perhatikan juga apakah emiten bersangkutan mengalami pertumbuhan
atau tidak.

Kriteria pertumbuhan, konkretnya seperti apa?
Ada empat tipe perusahaan. Pertama, perusahaan yang rugi terus, ada
yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang
untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing
secara berkala, misalnya dari Rp 2 triliun, Rp 5 triliun, dan
seterusnya. Ini perusahaan yang baik dan yang saya cari. Lihat
kinerjanya lima tahun ke belakang. Lihat masa lalunya.

Bagaimana jika lima tahun pertama tumbuh, tetapi lima tahun berikutnya
ternyata turun?
Biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan
mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut
growing, tandanya itu super company.

Setelah melihat fundamental emiten, apa lagi yang Anda perhatikan?
Harga. Saya lihat dari Price to Earning Ratio (PER)-nya. Jangan bilang
saham A karena harganya Rp 250 dibilang murah, dan saham B yang
harganya Rp 70.000 dibilang mahal. Maksudnya, saham yang harganya Rp
70.000 bisa lebih murah dibanding saham yang harganya Rp 250. Kita
lihat kemampuan emitennya dalam membukukan keuntungan.

Berapa PER yang ideal saat membeli suatu saham?
Saya pikir, yang reasonable untuk dibeli yaitu yang PER-nya di bawah
lima kali, itu sangat menarik dan potensial. Tapi biasanya perusahaan
yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali.

Soal timing, kapan saat yang paling tepat untuk masuk pasar?
Yang paling bagus membeli saham adalah saat sedang krisis seperti di
Yunani, Eropa, dan AS. Ada pepatah lama yang tidak perlu dilupakan,
buy on weakness. Dan, harus be greedy when others are fearful dan
sebaliknya, be fearful when others greedy.

Bukankah itu sulit diterapkan?
Saya banyak baca buku tentang Warren Buffett. Saya belajar dari orang
yang sudah terbukti berhasil investasi di pasar saham. Dia sudah
membuktikannya, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Nggak mungkin kan kalau saya belajar dari Bernard Madoff? Ha, ha, ha,
ha...

Ternyata orang seperti Madoff, mantan bos bursa Nasdaq tapi tidak bisa
mengelola uang nasabah. Ini menunjukkan bahwa dia hanya tahu semua
peraturan di bursa saham, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara
menjadi kaya di pasar saham.

Berarti, kuncinya ada di mental?
Mental bisa bagus saat kita tahu apa yang kita beli. Kebanyakan orang
panic karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Ini pelajaran
penting. Saya berikan ilustrasi. Waktu itu saya ke Harvard University,
saya tanya biaya kuliah di sana berapa? Ternyata bisa sampai US$
40.000, keluar dari sana semua jadi orang pintar. Dengan belajar
seharga US$ 40.000, kita bisa menjadi orang pintar.

Tapi di pasar saham, kita sudah habiskan puluhan miliar rupiah belum
tentu jadi pintar, malah bisa tambah bingung, seperti Madoff yang
sudah menghabiskan uang masyarakat sebesar US$ 60 miliar, apakah dia
menjadi pintar? Bisa saja di penjara dia berpikir, kenapa saham yang
dibeli turun dan yang dijual justru naik.

Jadi, intinya pintar saja tidak cukup. Untuk menjadi investor yang
kuat, kita harus mengetahui perusahaan satu per satu. Semua orang bisa
seperti itu, asalkan mau baca. Bacalah laporan keuangan emiten satu
per satu.

Jadi, Anda tipe investor fundamental?
Saya 100% fundamental karena lihat manajemennya atau pertumbuhan
perusahaan. Kalau teknikal, hanya grafik, semuanya diabaikan. Saya
yakin itu tidak benar. Tapi memang harus selektif. Dari 400-an saham
yang ada di bursa domestik, cukup banyak yang fundamentalnya bagus.
Terkadang, ada yang terjebak.

Anda tidak memantau pergerakan harga saham setiap saat?
Kenapa kita pusing? Karena kita beli saham yang tidak kita ketahui.
Ada yang tidak bisa tidur karena PER sahamnya 100 kali atau 200 kali.
Lalu, kenapa kita tidak bisa tidur kalau PER-nya hanya lima kali?

Bukankah investor sering terbawa arus karena faktor nonfundamental?
Saya lihat investor di pasar modal kebanyakan ikut-ikutan. Saat market
mengalami booming, semua masuk. Saat market buang-buang saham, mereka
ikut-ikutan. Mayoritas hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti apa yang
dibeli. Jadi, belajarlah dari orang yang memang sudah berhasil dan
ikuti langkahnya. Jangan percaya saat ada iklan yang bilang dapat
untung besar saat indeks turun. Kalau bisa seperti itu, hebat sekali.
Bahkan, orang sekelas Warren Buffett saja, saat pasar saham AS turun,
dia juga mengalami kerugian.

Anda berinvestasi pada instrument selain saham?
Tidak, hanya saham. Hampir semua uang saya ada di pasar modal. Dana
tunai saya hanya 15%, sisanya portofolio saham. Kenapa saya sisakan
segitu? Itu untuk antisipasi kalau pasar modal kita jatuh, sehingga
saya masih bisa beli saham lagi.

Dari mana Anda membiayai kebutuhan hidup sehari-hari?
Saya bisa hidup dari dividen yang saya terima. Misalnya harga saham
suatu emiten yang saya beli bulan lalu Rp 610, sekarang harganya Rp
2.375, kemudian saya jual. Awalnya saya berniat menahannya untuk
jangka panjang. Tapi kalau untungnya sudah sampai 300% dalam sebulan,
saya lepas. Untuk emiten yang bagus sekali, tetap saya keep untuk
jangka panjang. Kalau emitennya kurang meyakinkan dan naiknya
signifikan, lebih baik saya lepas.

Saat krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial 2008, Anda
mengalami kerugian juga?
Saya sempat mengalaminya juga. Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh,
tapi tetap be greedy when others are fearful. Malah sewaktu krisis
1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang
itu saya tukar ke saham, karena saya tahu pasar modal akan naik lagi.
Dan, itu terbukti. Akhirnya uang saya meningkat 150.000%.

Bagaimana Anda menyikapi perkembangan harga saham saat ini, terutama
yang terkait dengan krisis utang di Eropa dan krisis finansial di AS?
Saat IHSG terkoreksi, wajar saja kalau nilai portofolio saya ikut
turun. Tetapi ketika turun, saya sama sekali tidak ikut-ikutan
menjual, bahkan saya membeli dan menambah saham saya, karena saya
yakin satu hari saham-saham saya akan naik kembali, bahkan dapat lebih
tinggi dari sebelumnya.

Apa filosofi hidup Anda?
Filosofi hidup saya adalah bagaimana saya bisa menjadi kaya sambil
tidur. Karena di perusahaan status saya adalah sleeping partner, saya
tidur tetapi saham-saham perusahaan saya bekerja buat saya secara
dahsyat. Getting rich while sleeping. Saya pakai waktu saya delapan
jam untuk tidur, selebihnya saya pakai untuk bersenang-senang dan
mengerjakan apa yang saya sukai.

Selasa, 16 Juli 2013

Bahasa Medan


Aci = Boleh (*mana aci main curang)
Anggar = sok jago (*gak usah anggar kali lah)
Angek = sebenarnya ini berasal dari bahasa padang yang berarti Hangat. Tapi untuk orang medan merujuk pada istilah iri. (*angek kali kau aku menang)
Alif cendong = permainan sejenis petak umpet
Atrek = mundur  (*yoo…atrek, lapang belakang) untuk parkir kendaraan
Babon = besar (*waw…babon juga dia)
Bacul = penakut (*sok kali tadi, taunya bacul)
Baling/Baleng = Rusak, tak sesuai asalnya. (*agak baling yah ban keretamu)
Balek = maksudnya ‘Balik’
Bante = maksudnya ‘bantai’ (*harusnya tadi kita bante aja)
Belacan = Terasi
Bendol= benjol (*bendol-bendol badanku digigit nyamuk)
Bombon = Permen
Berselemak = Berlepotan (*berselemak kali kau ngomong)
Bereng = lirikan mata yang tajam (*diberengnya aku tadi)
Berondok = sembunyi (*berondok dimana kau tadi?)
Bolong = lobang
B1 =Biang /anjing
B2 = Babi
Bedangkik = pelit
Berantam = berkelahi
Buka dasar = penglaris (*5000 aja kak. Buka dasar)
BPK = Babi panggang karo
Bocor alus = gak bisa dipercaya / mulut ember (*jangan cerita sama dia. Bocor alus keliling tuh)
Cakap = Bercakap (*banyak kali cakapmu)
Cari angin = keluar, refreshing (*sebentar yah, mau cari angin dulu aku)
Cak = singkatan dari kata ‘coba’ (*cak ajari aku=coba ajari aku)
Celit = pelit
Celat = orang yang tidak bisa bilang huruf R
Cengkunek = omong kosong (*jangan banyak cengkunek lah)
Cendek = istilah pendek / tidak dalam (*cendeknya airnya)
Cem = singkatan dari ‘macam’ ; cemana = bagaimana ; kek mana = kayak mana
Cincong = omongan (*banyak kali pun cincongnya)
Cincai = gampang di atur (*alah..cincai ajalah itu)
Cop = kata isyarat untuk berhenti atau rehat sebentar dalam permainan (*aku cop bentar, dipanggil bapakku)
Deking = beking / backing
Demon = demontrasi (*macet karena ada demon)
Dongok = Bodoh
Eceknya = pura-pura (*ecek-eceknya aku pacarmu yah)
Enceng = berhenti (*encenglah aku, capek main kartu ini)
Gacuk = jago –ditujukan untuk sebuah benda yang dijagokan dalam permainan-
Gecor = gak bisa menyimpan rahasia
Gelek = sebutan untuk orang yang matanya redup, seperti pemakai narkoba.
Gerepes = geripis / gigi yang tidak bagus dan busuk-busuk
Gerot = singkatan dari ‘geger otak’. Biasa sebutan untuk orang yang tingkahnya aneh.
Getek/ Jongkek = genit (*getek kali abang becak itu)
Golek-golek = bersantai, tidur-tidur ayam.
Gosok / menggosok = setrika/menyetrika (*gosok dulu baju sekolah adikmu)
Guli = kelereng
Hajab = hancur
Honda = sebutan untuk kendaraan roda dua / motor. Walaupun mereknya bukan Honda, tetapi disebut Honda.
Jaga telor = sebutan dalam permainan dimana orang yang jaga (biasanya petak umpet) tidak mencari kawan-kawanya tetapi tetap ditempatnya. Menjaga tempat.
Jangek = ini sebutan untuk makanan yang berasal dari padang, kerupuk jangek.
Jengat = jungkit (*jangan duduk dibelakang sepeda itu, sampe jengat sepedanya)
Kalok = maksudnya ‘Kalau’, mendapat akhiran K
Kali = pemendekan kata ‘sekali’; yang artinya banget, sangat (*cantik  kali kau = kamu cantik deh .)
Kak =  panggilan untuk perempuan yang lebih tua.
Kau = Engkau , kamu . – cara baca KAU, untuk penyebutan U  tidak ka-u, tetapi penyebutan seperti KAW dimana W di ucapkan lemah-
Kede / kedai = warung
Kede sampah = warung yang menjual sayuran, ikan dan barang-barang keperluan sehari-hari, bukan jualan sampah.
Kedan = teman
Kereta = sepeda motor
Kereta Angin = sepeda
Keling banking = sebutan untuk orang yang berkulit hitam
Kelen / kalien = kalian
Kerabu = anting-anting
Kembut = Takut (*kalok sendirian aku dirumah, kembut juga)
Kaki ayam = keluar rumah tanpa mengenakan alas kaki
Kilik = trik mendrible bola (*hebat kali dia, bisa kilik kayak gitu)
Kiri = minggir (*woy…kiri kau = maksudnya *woy…minggir kau)
Kocik = berasal dari bahasa melayu yang berarti ‘kecil’.
Kombur meletup = orang yang banyak cerita
Langgar : Tabrak. Ex. Ibu Mila meninggal dilanggar kereta
Langgar: Musola. Ex. Pak Haji biasa sembayang di langgar. Langgar berbeda dengan Mesjid. Langgar indentiknya lebih kecil dibanding Mesjid.
Lantak: Habis; habisi. Ex. Dilantaknya semua hidangan itu. Ex. Rumah itu dilantak sijago merah
Lasak: Banyak gerak, tidak bisa tenang
Lego: Drible bola. Ex. Jago kali ah nge-lego bolanya
Lembek: Lemah, lemes
Lencong [Tai lencong]: Tahi ayam yang hijau, bentuknya seperti pucuk es krim menjulang
Lengkong: Cincau hitam, buat campuran es sirop
Lepoh: Bodoh (Lepoh kali, gitu aja nggak bisa)
Lepuk: Pukul. Ex. Dilepuk orang sekampung dia
Lereng: Sepeda besar atau sepeda janda
Lewong: 1. Putus. Ex. Layangannya lewong; 2. Hilang, raib. Ex. Lewong uangku disikat dia?
Ligat: Lincah, lihai, cepat. Ex. Ligat kali dia kalo kerja
Limper: Lima perak. Dipakai untuk menyebut uang Rp 5 rupiah. Istilah limper semakin hilang seiring hilangnya pecahan lima rupiah.
Limpul: Lima puluh. Dipakai untuk menyebut uang Rp 50 rupiah
Limrat: Lima ratus. Dipakai untuk menyebut uang Rp 500 rupiah
Litak: Habis, kondisi capek sekali
Loak: Payah, Bodoh. Ex. Loak kali kau pun, gitu aja nggak bisa
Lobok: Kedodoran, kebesaran. Ex. Celananya lobok
Locak: 1. Kalah terus menerus. Ex. Aih mak, locak kawan tu pas main ceki. 2. Batu locak : Sejenis permainan dengan batu pipih dengan  kelereng atau benda bulat kecil lainnya. Si kalah berusaha melempar kelereng atau benda bulatnya ke dalam lubang sasaran, sementara pemain lainnya berusaha menjauhkan benda bulat itu, atau setidaknya melempar melampaui si benda bulat.
Lokal: Ruang kelas. Ex. Si Adi lagi di lokal, belum keluar
Longoh: Bodoh, tolol. Ex. Dasar longoh, udah tau bahaya bukannya menghindar
Lorong: Gang. Ex. Dilorong mana tinggalmu
Main-main; keluar main-main: Istilah untuk jam istirahat sekolah. Ex. Keluar main-mainnya jam berapa ya?
Manipol: Akronim dari mandailing polit. Mandailing pelit/kikir; istilah stereotip suku mandailing, suku di Kab. Tapanuli Selatan. Padahal belum tentu benar.
Mangkok: Cangkir
Masuk Angin: Melempem (Khusus buat makanan, kue, atau kerupuk). Ex. Kerupuknya nggak enak, udah masuk angin.
Mayung: Makanan enak dari bihun
Melalak: Hobinya keluar rumah, ga betah di rumah. Sebuah sifat yang lebih diarahkan kepada perempuan. Konotasinya negatif.
Mengkek: Manja
Mentel: Genit, centil
Mentiko: Belagu, sifat orang yang suka merasa paling hebat dan suka cari masalah
Merajuk: Ngambek
Mereng: Miring, sering juga disebut mencong
Merepet: Marah dengan menggunakan kata-kata
Merling: Bercahaya, mengkilap. Ex. Kalungnya merling kali
Mersi: Mereng sikit, setengah pesong
Minyak Lampu: Minyak tanah
Minyak Makan: Minyak goreng
Monza: Akronim dari Monginsidi Plaza, tempat jualan pakaian bekas; mengacu pada penyebutan semua jenis barang second/bekas.
Motor: Mobil
Nembak: Bukan menembak, atau nembak cewek, tapi istilah untuk makan tapi nggak bayar. Ex. Si Ucok nembak di warung Kak Ipah
Ngeten: Mengintip. Lebih sering dipakai untuk mengintip adegan yang menggiurkan, seperti orang mandi, orang ML, dsb.
Nokoh: Dari kata tokoh, artinya menipu; berdusta. Ex. Dia itu nokoh, jangan percaya. Lihat: Tokoh
Nona: Aktris utama. Ex. Siapa nona dalam film itu?
ODB: Tontonan gratis ala misbar (gerimis bubar); pemutaran  film keliling. Biasanya diadakan tiga bulan sekali di asrama-asrama tentara atau polisi. Aslinya dari bahasa Belanda: O… Deli Bioscoop.
Ompa’an: Sifat orang yang suka dibaik-baikin
Oyong: Terhuyung-huyung, limbung
Pajak: Pasar. Ex: Pajak Horas Siantar
Pakansi: Hari libur, liburan
Pakpok: Pulang pokok, impas. Ex. Siapa yang kalah main judinya? Jwb: Pakpok
Pala: Tidak seberapa. Ex. Ah…nga pala bagusnya mainnya. (Ah…tidak seberapa bagusnya permainannya)
Palar: Dipaksa-paksain
Panas: Sakit demam. Ex. Tidak masuk sekolah dia karna panas.
Pande: Pandai, pintar
Panglong: Toko tempat penjualan material bangunan
Paret: Maksudnya parit, got
Pasar: Jalan raya (Di Sumatera Utara, khususnya di daerah perkebunan, kata pasar bias juga diartikan jalan di kawasan perkebunan sawit atau karet. Ex: Paimin, nanti kau mulai dari pasar satu mendodosnya)
Pasar Itam: Jalan raya yang diaspal
Paten: Hebat atau bagus. Ex: Poltak, kapan kau beli sepatumu itu, paten kali bah
Pauk/Paok: Payah, nggak keren, bodoh (Paok kali pun kau, gitu aja nggak bisa)
Payah: Susah
Pekak: Tuli. Ex. Percuma kau teriak, dia orangnya memang pekak)
Pencorot: 1. Nomor urut paling akhir. 2. Pecundang
Pening: Pusing
Perei: Libur (Slang dari free)
Perli: Menggoda, flirting seseorang utk menjadi pacar. Ex. Jangan kau nganggu ce itu ya, mau ku perli dia.
Pesong: Gila, tidak waras
PHR: Istilah untuk bioskop murahan. Singkatan dari Panggung Hiburan Rakyat
Pinggir: Digunakan untuk meminta supir angkot atau bis untuk berhenti. Lain halnya ditempat lain orang mengatakan “Kiri Bang”
Ponten: Nilai
Porlep: Sebutan untuk kuli angkut barang di Polonia atau Pelabuhan Belawan
Pukimbek: Expresi kesal atau kecewa. Sering disingkat juga jadi Kimbek. Dasar katanya dari pukimak. Arti harafiah nya kurang baik (Katanya alat kemaluan ibu kita). Istilah serupa ada juga di kawasan Timur seperti orang Flores bilang: Cokimai
RBT (Rakyat Banting Tulang): Ojek. Mungkin bukan di Medan, tetapi di P.Siantar dan sekitarnya, khususnya di perkebunan.
Rehat: Istirahat
Rodam: Siksa, dimapram. Ex. Sebelum dilantik jadi anggota Pramuka tetap, kami dirodam dulu semalaman di sungai
Raun-raun: Jalan-jalan berkeliling (dari bahasa inggris: Walking Around – “Raun”)
Rupanya: Ternyata. Ex. Rupanya kau yang ambil buku ku ya.
Recok: Ribut, berisik
Rol: Penggarisan, mistar (Kata benda)
Sarap: Tidak waras, gila
Sebeng: Menyebeng, Menyerempet
Sedeng: Gila, sinting
Seken: Salaman (Dari bhs Inggris: Shake hand)
Selop: Sandal
Selow: Lambat. (Slang dari slow)
Semak: Kumuh, berantakan, kacau. Ex. Semak kali kamarmu, tidak pernah kau bersihkan. Ex. Mandilah dulu kau semak mukamu (wajahmu) ku lihat
Semalam: Kemarin. Mungkin di provinsi lain, tapi penggunaannya di Sumut lebih sering dibanding kemarin
Sengak: Ketus
Senget: Tidak waras, gila
Sepeda Janda: Sepeda berpalang ala jaman dulu, suka dipakai ibu-ibu atau buruh kebun
Setalen: Satuan nilai uang untuk 25 rupiah. Dulu masih sering ditemukan jajanan seharga setalen, tapi sekarang tidak lagi
Setil: Gaya, keren. Ex. Mau kemana kau, kok setil kali bajumu
Setip: Penghapusan (kt. benda), menghapus (kt. kerja)
Siap: Selesai. Ex. Sudah siap mak ku cuci piring itu
Sikit: Plesetan dari sedikit
Silap: Salah, keliru. Ex. Kalo awak tak silap, besok kita latihan koor
Simpang: Perempatan, atau pertigaan jalan
Somboy: Sejenis makanan cina yang populer, dari sejenis buah yang dikeringkan, berwarana merah dan diberi lapisan tepung yang rasanya asin, manis, asam.
Sor: Suka atau tertarik. Ex: Sor kali aku lihat si Delima itu  bah
Sudako: Angkot
Takir: Nasi bungkus/kotak yang biasa dibagikan saat kenduri atau tahlilan; lihat juga kata “berkat”
Tarok: Meletakkan. Ex. Tarok (letakkan) saja buku itu diatas mejaku yaa..
Teh Tong: Air minum
Teh Pait: Air minum dengan bubuh teh
Teh/kopi Telor: Minuman dicampur telor
Tekek: Versi jitak yang lain lagi
Telekung: Mukena
Tenggen: Mabuk alkohol
Tepos: Lawan tonggek
Tepung Roti: Tepung terigu
Teratak: Atap tambahan, biasanya dibangun jika ada kegiatan seperti pesta dsb.
Terei: Coba. (Dari kata Inggris: Try) Ex. Cak diterei dulu lampu itu, apa bisa hidup
Terge: Perhatian, peduli, acuh. Ex. Sudah ku peringatkan kau, tapi tidak kau terge
Tekong; Tekongan: Menikung; tikungan, simpang jalan
Titi: Jembatan. Lebih sering digunakan untuk jembatan yang kecil
Tokoh: Tipu (menipu/membohongi). Ex: Janganlah kalian tokoh-tokohin aku. (Jangalah kalian bohong-bohongi aku)
Tokok; menokok: 1. Memalu, memaku. Ex. Bantu dulu Bapak menokokkan paku ke papan ini. 2. Pukul, jitak. Ex. Ditokok guru itu kepalaku
Tonggek: Bokong yang montok
Tonyor: Pukul
Tukam: Melayat, takziah
Tumbuk: Pukul. Ex. Jangan banyak cincongmu, ku tumbuk kau nanti
Tungkik: Teler, cairan di kuping
Ubi: Singkong
Ubi Rambat: Ubi jalar
Uwak: Panggilan sopan untuk orang yang sudah tua
Wayar: Kabel
Woy: Panggilan, seruan buat teman atau sekelompok orang. Ex. Woy, di mana
kelen?



(

Rabu, 19 Juni 2013

Karsinogen

(from Yahoo)
Karsinogen adalah zat yang menyebabkan kanker (atau yang diyakini menyebabkan kanker).

Bahan karsinogenik adalah salah satu yang diketahui menyebabkan kanker.

Proses pembentukan sel-sel kanker dari sel normal atau karsinoma disebut karsinogenesis.

Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis.

Makanan yang dibakar tak kalah populer dengan makanan yang digoreng. Akan tetapi para penggemar masakan yang dibakar perlu berhati-hati sebab masakan yang dibakar mengandung zat karsinogenik bernama nitrosamin.

Pada umumnya untuk membakar makanan tersebut biasanya digunakan arang, ternyata di sinilah awal penyakit kanker tersebut bermula.

Intinya makanan yang cara pengolahannya dengan dibakar & digoreng perlu diwaspadai.

Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi dampak karsinogenik pada makanan yang digoreng dan dibakar. Pertama, tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang digoreng dan dibakar. Bagian gosong dari makanan yang dibakar hendaknya tidak ikut disantap. Kedua, membuat sendiri makanan gorengan di rumah, sehingga kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan guna mengurangi terbentuknya senyawa karsinogenik.

Misalnya, kita bisa menggunakan suhu penggorengan yang lebih rendah dengan api kecil dan tidak menggunakan minyak lebih dari tiga kali untuk menggoreng makanan. Tinggi rendahnya suhu berpengaruh terhadap jumlah senyawa akrilamida pada hasil gorengan. Ketiga, banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat antikanker. Beberapa jenis makanan dikenal mengandung zat antikanker antara lain bawang putih, bawang bombay, jeruk, anggur, strawberi, apel, semangka, ubi, dan ketimun.

Perbanyaklah mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan. Jurus gizi yang tepat adalah meningkatkan frekuensi mengonsumsi buah dan sayur segar sampai lima kali dalam satu hari.

Minggu, 09 Juni 2013

Merokok, hubungannya dengan batuk

Ingin tahu mengapa merokok membuat anda batuk? Nah, batuk biasanya menunjukkan ada sesuatu di saluran pernapasan yang seharusnya tidak ada, dan dalam kasus perokok bahwa sesuatu adalah bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam asap rokok. Tubuh hanya berusaha untuk melindungi diri dengan refleks batuk, yang merupakan bagian penting dari mekanisme pertahanan yang rumit tubuh kita. Tapi meskipun upaya tubuh terbaik untuk batuk racun ini keluar, beberapa racun dalam asap tetap di paru-paru. Apa ini berarti bahwa dari waktu ke waktu kesehatan perokok semakin memburuk, tidak pernah lebih baik, sebagai akibat langsung dari menghirup asap tembakau.

Merokok dapat merusak silia dalam hidung dan trakea, menyebabkan  perokok batuk
Silia yang melapisi sinus dan tabung bronkial dapat rusak atau lumpuh karena merokok, menyebabkan perokok batuk . 
 
Serat kecil di hidung dan trakea disebut silia beroperasi dengan mendorong iritasi keluar dari tubuh. Ketika Anda merokok, Anda mulai merusak silia ini, kadang-kadang hampir membunuh mereka atau membuat mereka benar-benar berfungsi. Ketika Anda pergi melalui periode tidak merokok, seperti ketika Anda sedang tidur di malam hari, silia rusak Anda tidak bisa bergerak dahak sampai ke kerongkongan Anda di mana Anda bisa menelannya. Merokok tidak menyebabkan lendir ekstra untuk mengembangkan untuk mendapatkan racun asing keluar dari paru-paru Anda.

Hasil batuk perokok bagi kebanyakan orang adalah bahwa mereka bangun di pagi hari dengan dahak yang cukup besar dalam tenggorokan mereka. Untuk membersihkan dahak ini mereka mungkin perlu batuk berulang. Kasus-kasus lanjutan batuk perokok berarti orang bisa batuk untuk waktu yang lama setelah bangun untuk membersihkan dahak ini.


Batuk perokok menunjukkan bahwa Anda telah merusak silia, yang disamping merokok dapat membuat bahaya kesehatan lainnya. Anda jauh lebih rentan terhadap penyakit pernapasan karena serat yang penting tidak melakukan apa yang mereka bisa untuk menghilangkan kuman dari sistem anda. Silia adalah pertahanan besar terhadap penyakit udara, terutama ketika mereka berfungsi secara normal. Anda juga mungkin memiliki waktu yang lebih sulit pulih dari flu, dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi bronkial dan pernafasan karena silia Anda tidak bekerja.

Anda juga harus melihat batuk perokok sebagai sarana menunjukkan bahwa tubuh Anda kurang dan kurang mampu menangani racun Anda menghirup. Ini mungkin menantang untuk berhenti, tapi batuk perokok menunjukkan bahwa sistem pernapasan Anda rusak. Jenis lain dari batuk, terutama yang tidak menyelesaikan dalam waktu satu jam bangun, dan jika Anda batuk darah atau dahak berwarna kuning sampai hijau, mungkin menyarankan kehadiran penyakit bakteri.

Sebagian besar meskipun, jika Anda memiliki batuk perokok, Anda mungkin tahu Anda telah merokok untuk waktu yang lama. Mungkin saatnya untuk mempertimbangkan bahwa tubuh Anda mengirimkan pesan yang jelas ketika Anda harus batuk dan batuk di pagi hari sebelum Anda dapat mulai menyelesaikan setiap tugas harian Anda. Ini tidak hanya menyenangkan, tapi sinyal bahwa merokok dan tembakau hanya tidak baik untuk tubuh.

 

Jumat, 26 April 2013

Matrix BCG

Matriks BCG untuk memodelkan kondisi sekarang.

Pernahkah Anda mendengar tentang matriks BCG? BCG adalah kepanjangan dari Boston Consulting Group, sebuah perusahaan konsultan manajemen multinasional.

Matriks BCG adalah sebuah matriks (kotak persegi) yang terdiri dari 4 kotak atau kuadran. Dalam praktik matriks BCG tidak hanya digunakan oleh BCG firm saja, namun juga digunakan oleh perusahaan-perusahaan konsultan lainnya. Di sisi internal perusahaan, matriks BCG juga menjadi salah satu alat pemaparan yang holistik namun informatif bagi puncak manajemen dan owner perusahaan mengenai tindakan yang sebaiknya dilakukan terhadap portofolio bisnis yang saat ini dimiliki.

Terdapat 4 kuadran di dalam matriks BCG: star, cash cows, question mark dan dog
- Kuadran star merupakan kuadran yang terletak di kiri atas, yang menandakan kondisi bisnis sedang berada dalam tingkat pertumbuhan (growth) yang cukup tinggi dan ukuran pasar  (market size) yang besar. 
-  Kuadran cash cows terletak di bagian kiri bawah, yang menandakan kondisi bisnis sedang berada di tingkat pertumbuhan (growth) yang relatif lebih rendah, namun ukuran pasar (market size) yang besar. 
- Kuadran question mark merupakan kuadran yang terletak di kanan atas, yang menandakan kondisi bisnis berada di tingkat pertumbuhan (growth) yang tinggi namun ukuran pasar (market size) yang masih kecil. Sementara itu,  
- dog merupakan kuadran yang terletak di bagian kanan bawah, yang menandakan kondisi bisnis berada di tingkat pertumbuhan (growth) bermasalah serta ukuran pasar (market size) yang juga rendah. Supaya berguna, matriks BCG harus diisi dengan informasi. Dalam presentasi,biasanya unit bisnis atau  unit investasi yang dimiliki akan diletakkan dalam salah salah satu dari keempat kuadran di atas. Skala 1 sampai dengan 10 saya buat untuk memudahkan Anda memetakan letak koordinat dengan akurat. Skala ini boleh  saja Anda ubah-ubah sesuai dengan kebutuhan Anda. Katakanlah Anda sekarang seorang konglomerat atau manajer puncak dari sebuah holding company, atau Anda baru merintis beberapa usaha yang sedang berjalan dan memiliki  sepuluh  buah perusahaan dari PT A sampai PT J. Bila PT A merupakan  sebuah unit bisnis yang ukuran bisnis (size) nya paling besar atau nomor satu diantara semua perusahaan namun pertumbuhannya berada di urutan ketiga tingkat pertumbuhan terbesar diantara semuanya, maka untuk sumbu mendatar (market size) PT A diberikan nilai 10 (size terbesar) sedangkan untuk sumbu vertikal diberikan nilai 7 (menandakan urutan pertumbuhan nomor 3 tertinggi). Jadi PT A berada di koordinat 10 mendatar, 7 vertikal dan termasuk dalam kategori Star.

Matriks BCG ini tidak hanya bisa diterapkan oleh para pengusaha saja atau oleh manajer saja. Kalau mau, para karyawan juga boleh menggunakan matriks ini untuk memetakan aset-aset yang sekarang dimiliki. dan  membuat keputusan terkait dengan investasi tersebut.  
Bila Anda sekarang ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, tabungan Anda adalah investasi Anda. Katakanlah Anda sedang akan memilih alternatif investasi seperti deposito, reksa dana, emas, tanah, sertifikat deposito dan lain sebagainya. Deposito Anda juga ada beberapa macam pilihan alternatif, ada yang 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun dan ada alternatif untuk ditempatkan di bank A, B, C, D, dan E. Reksa dana dan saham juga bisa berbagai alternatif. Anda dapat menggunakan BCG matrix untuk “memetakan” aset-aset Anda tersebut. Tentunya, semakin banyak alternatif, maka supaya akurat nomor skalanya akan semakin banyak.

Matriks BCG akan bermanfaat untuk mendukung pembuatan keputusan Anda, dibanding bila Anda hanya menggunakan feeling saja. 
Bila Anda pengusaha, misalkan Anda sekarang menemukan bahwa ada unit bisnis atau unit investasi yang tingkat pertumbuhannya sedang tinggi sekali dan pangsa pasarnya juga cukup besar. Apa yang Anda pikirkan? Bila staf Anda mengajukan proposal untuk ekspansi tentu Anda tidak akan segan-segan melakukan invest lagi untuk perluasan pasar yang lebih besar sebelum pasar yang ada direbut oleh pesaing baru. Namun bagaimana seandainya tingkat pertumbuhannya sudah mulai datar tetapi pangsa pasarnya masih besar? Anda  mungkin masih mau invest lagi tapi tentu akan masih pikir-pikir sebelum melakukan investasi yang cukup besar.
Demikian pula halnya untuk seorang karyawan. Bila setelah ada analisa dan masukkan ke dalam sebuah matriks BCG, ternyata investasi emas berada di kuadran dog, sebaiknya Anda tidak usah ikut-ikutan investasi emas hanya karena ikut-ikutan teman. Bila Anda sekarang punya emas, lebih baik jual saja. Tapi bila ternyata sekarang investasi emas berada di kuadran question mark, tentu investasi ini layak dipertimbangkan, sebab pertumbuhannya sedang tinggi. Demikian pula Anda dapat meyakinkan teman Anda untuk membeli emas dengan menggunakan matriks BCG. Satu slide saja yang jelas, lugas dan menarik cukup untuk membuat Anda bisa bercerita kepada teman Anda selama setengah jam. Selain itu satu slide presentasi matriks BCG yang akurat akan cukup membantu Anda dan teman Anda dalam membuat keputusan.

Pemanfaatan matriks BCG untuk memodelkan masa depan.

Seperti yang Anda telah lihat atau rasakan, dengan membuat model yang berupa gambar (visual) sebelum membuat keputusan, pemecahan masalah Anda akan lebih baik. Anda telah mampu untuk memodelkan kondisi sekarang. Apa yang barusan Anda lakukan atau pelajari adalah memotret masa kini dan memasukkannya ke dalam matriks BCG untuk mendukung pembuatan keputusan.

Apakah Anda yakin masa depan bisa diprediksi? Saya suka menonton Butterfly Effect. Satu perubahan kecil di masa kini dapat menyebabkan perubahan besar di masa depan. Bila Anda telah terlebih dahulu meramal masa depan dibandingkan kompetitor Anda, entah Anda sebagai pengusaha atau karyawan, Anda sudah selangkah lebih maju.

Gunakan kreativitas Anda untuk menggunakan matriks BCGsebagai alat untuk menggambarkan masa depan. Satu slide yang bisa Anda print lalu bisa Anda baca dan bawa kemana-mana, jauh lebih mudah membawanya dibandingkan sebuah pocket book atau buku saku.

Berikut ini adalah contoh sebuah matriks BCG untuk menjelaskan ke mana arah pertumbuhan segmen umur dari sebuah kota di Indonesia (bukan kota Jakarta, menggunakan data aktual) yang dihasilkan dari model proyeksi time series. Untuk mempersingkat waktu Anda, saya sajikan dan bisa langsung Anda lihat di bawah. Akurasi dari proyeksi saya ini adalah 95%.
http://4.bp.blogspot.com/_tn4gJHsXOAA/TE010htON4I/AAAAAAAAAa0/-3cii9Ja0DM/s1600/BCG2.JPG


 Matriks BCG di atas saya gunakan untuk menjelaskan kondisi sekarang dan kondisi masa depan dari komposisi segmen umur di sebuah kota. Kondisi sekarang digambarkan oleh tulisan warna merah. Kondisi 15 tahun yang akan datang digambarkan oleh tulisan warna biru.

Pada kuadran cash cow (kuadran kiri bawah Anda lihat), bahwa segmen usia penduduk terbesar di kota tersebut saat ini adalah perempuan (female) berusia 0-14 tahun. Segmen kedua terbesar saat ini adalah wanita berusia  25-39 tahun. Segmen ketiga terbesar saat ini adalah pria berusia  25-39 tahun.Akan tetapi, tingkat pertumbuhan (growth rate) laki-laki yang berusia 25-39 tahun relatif lebih tinggi daripada perempuan yang berusia 0-14 tahun maupun wanita berusia 25-39 tahun.
Dalam 15 tahun ke depan, tingkat pertumbuhan dari segmen umur terbesar ini relatif lebih lambat sehingga  size pasarnya akan bergeser ke arah kanan. Sementara itu, perempuan yang berusia 25-29 tahun walaupun di saat ini bukan merupakan segmen terbesar (tapi kedua terbesar) di koordinat 9,3 akan tetapi dengan tingkat pertumbuhan yang relatif lebih tinggi di masa depan justru akan tetap menjadi ukuran segmen kedua terbesar dengan pertumbuhan yang tidak berubah. Karena itu anak panah tidak begeser ke arah kanan maupun kiri. Sedangkan pria yang berusia 25-39 tahun dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi panahnya bergeser ke arah kiri dan akan menjadi segmen pasar terbesar dalam 15 tahun yang akan datang.

Di kuadran question mark (tanda tanya) di kanan atas, Anda bisa melihat bahwa segmen wanita berusia 40-54 tahun saat ini ukuran segmennya masih kecil, akan tetapi, tingkat pertumbuhannya sangat tinggi (koordinat 4,10). Karena tinggi pertumbuhan yang tinggi tersebut, maka dalam 15 tahun ke depan, dia bergerak menurut anak panah ke arah kiri bawah ke kuadran star. Akan tetapi, tetap saja ukuran segmen pasarnya tidak bisa menyaingi ketiga segmen yang telah saya sebutkan sebelumnya. Angka-angka 1 sampai 10 sebagai koordinat sumbu vertikal dan horizontal saya maksudkan untuk memudahkan melihat mana yang lebih kecil dan mana yang lebih besar. Kondisi terbaik ditunjukkan oleh angka yang lebih besar.


BCG (Boston Consulting Group) Matrix melihat 2 indikator yaitu Market Share dan Market Growth… Market Share bisa kita gunakan sebagai indikator.. apakah pasar motor bebek misalnya telah dikuasai… atau siapa yang menguasai pasar motor bebek itu..!!! Market growth untuk melihat apakah pasar sudah jenuh.. dalam artian.. nggak ada pertumbuhan demand terhadap motor bebek misalnya…!!!  :D
Dog
Wah kalau ini ..dimana market share product motor A misalnya kecil.. growthnya juga kecil.. lah bisa bangkrutz.. kalo nggak buru-buru diambil tindakan tepat. Usahakan masuk ke quadrant problem child… dalam artian market growthnya ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas, memberikan potongan harga, advertising yang gencar dsb… Kalau kita prediksi susah mencapai quadrant problem child.. ya udah.. cut loss.. jual buru-buru.. tutup produksi motor A… daripada rugi banyak..!!!
Problem Child
Pada quadrant ini, product yang ditawarkan walau masih mempunyai market share rendah, tapi demannya udah kelihatan banyak.. sehingga market growthnya tinggi…!!! Product Yamaha V-Ixion jelas sekali baru sampai tahap ini… Yang perlu dilakukan adalah mendorong agar product ini bergeser ke arah quadrant Star. Hal ini bisa dilakukan dengan cara adveritsing yang gencar… kasih potongan harga… bundle dengan hadiah menarik.. misalnya helm relief ‘mataharinya’ Rossi… :D
Star
Kalau sudah sampai di posisi star… dimana market share sudah dominan.. tapi growth masih banyak… advertising bisa seperlunya saza.. penambahan fitur minor bisa dilakukan… kerjasama dengan club juga bisa digiaatkan dsb…
Cash Cow
Yah kalau sudah sampai sini… sudah hampir seluruh market share dikuasai… growthnya udah mentok… yah tinggal dimaintain aza.. lebih banyak kearah maintenance.. produksi bisa stabil.. Nikmati untuk beberapa saat sebelum berpikir lagi.. akan mengeluarkan product baru apa.. agar pasar tidak jenuh…!!!
Usahakan jangan diposisi quadrant dog… repotz… cepet-cepet upayakan menjadi problem child… Comfort zone adalah posisi Star ataupun Cash Cow… dan ini bisa diraih dengan kombinasi mutu / kualitas dan harga…!!!

Analisa SWOT - TOWS

Analisis SWOT dan TOWS adalah Analisis Perubahan, memiliki kesamaan, yaitu keduanya mencoba memaksimalkan analisa  faktor internal dan faktor eksternal. SWOT diawali dengan analisa (SW) strengths dan weaknesses yang merupakan faktor internal pada saat ini (Present) setelah itu baru (OT) opportunities dan threats yang merupakan faktor eksternal pada saat sekarang atau yang akan datang. Maka Analisis SWOT akan menghasilkan analisa yang lebih present atau kurang visioner. 

Pada Analisis TOWS Analisis diawali dari mengeksplorasi pemikiran akan hal-hal yang akan datang atau hal yang lebih dinamis yaitu dari faktor eksternal terlebih dahulu baru diikuti dengan faktor internal, cara ini diyakini akan menghasilkan analisa yang lebih bisa memanfaatkan peluang dan dapat mengantisipasi segala ancaman yang akan datang, dengan kata lain Analisis TOWS lebih Visioner dari pada Analisis SWOT.

Setelah meng-eksplorasi TOWS langkah selanjutnya adalah menyusun strategi berdasarkan Analisis TOWS tersebut, strategi ini sama dengan strategi SWOT. Kemudian melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab serta komitmen tinggi.

ANALISIS SWOT adalah sebuah cara menganalisa suatu permasalahan dari 4 sudut berbeda yang terbagi dari 2 aspek, yaitu aspek internal dan aspek eksternal, SWOT adalah singkatan bahasa Inggris dari "kekuatan"/Strengths, "kelemahan"/Weaknesses, "kesempatan"/Opportunities, dan "ancaman"/Threats. Metode ini pada awalnya digunakan oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Langkah awal dalam analisis SWOT adalah menjawab pertanyaan pertanyaan kunci pada setiap aspek dengan jujur (tidak menutupi kekurangan atau tidak melebih lebihkan peluang dan kekuatan) untuk mendapatkan rekomendasi yang benar dan bermanfaat
  1. ASPEK INTERNAL
    Artinya aspek aspek yang sudah ada/sudah kita miliki baik Strengths/Kekuatan maupun Weaknesses/Kelemahan
  2. ASPEK EKSTERNAL
    Artinya aspek-aspek yang sangat dekat/erat kaitannya dengan tujuan kita namun berada di luar diri kita baik kesempatan/peluang/Opportunities yang menguntungkan/mendukung tujuan kita, maupun Thrests/Ancaman yang akan merugikan bahkan menggagalkan tujuan kita, jika kita tidak pandai mensiasatinya.

Setelah seluruh aspek terisi langkah selanjutnya adalah menentukan strategi untuk mencapai tujuan berdasarkan data yang diperoleh pada tahap sebelumnya

  1. Startegi SO dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada.
  2. Strategi WO yaitu mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang ada.
  3. Strategi ST yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkana kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T).
  4. Strategi WT yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T).

Langkah Terakhir dalam analisis SWOT menentukan langkah kongkrit yang akan dilakukan berdasarkan 4 strategi tadi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai untuk kemudian dibuat program berdasarkan waktu / jadwal sehingga analisa tersebut tidak sis-sia karena kita tindaklanjuti dengan tindakan-tindakan yang terarah untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.