Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

Marketing

9 Trik Supermarket Bikin Pembeli Jadi Boros


Rencana belanja kadang tak berguna saat Anda sudah masuk ke toko atau supermarket. Tetap saja, ada banyak barang yang menarik perhatian dan mendorong Anda membelinya meski tidak masuk daftar kebutuhan pribadi.
Tak perlu heran, toko dan supermarket besar memang memiliki trik khusus untuk membuat para konsumen boros saat berbelanja.
Mulai dari supermareket hingga butik pakaian, semuanya mengatur tampilan barang seapik mungkin agar Anda menghabiskan sebanyak mungkin uang yang dimiliki.
Jangan salah, semua susunan barang di toko dan supermarket memiliki tujuannya masing-masing. Secara keseluruhan semuanya memang ditujukan agar Anda berbelanja.
Berikut sembilan trik supermarket agar Anda boros belanja seperti dikutip dari Business Insider, Selasa (28/10/2014):
1. Tulisan SALE yang besar dan tebal
Salah satu cara yang paling ampuh untuk membuat masyarakat datang berbelanja adalah dengan memasang tulisan `SALE` yang tebal dan besar dengan warna mencolok. Itu akan mengundang orang datang dan pada akhirnya membeli barang-barang yang tidak didiskon.
2. Kereta belanja
Pertama kali masuk ke supermarket, terdapat jejeran kereta belanja. Pada 1930-an, kereta belanja memang sengaja dirancang untuk membantu konsumen membeli banyak barang dengan lebih mudah.
3. Menyimpan kebutuhan sehari-hari di bagian belakang
Supermarket biasanya menyembunyikan produk-produk kebutuhan harian seperti susu dan minuman berenergi di rak belakang. Strategi ini ditujukan agar para pembeli melalui seluruh bagian toko untuk mendapatkannya.
Bukan tidak mungkin selama mengelilingi supermarket, para konsumen tertarik dan membeli barang lain juga.
4. Memancing mata untuk berbelanja
Berbagai benda yang diharapkan dibeli konsumen biasanya ditempatkan sejajar dengan mata orang dewasa. Langkah ini dapat membantu konsumen untuk cepat menentukan pilihan.
Ada juga level pancingan penglihatan untuk anak-anak. Tengok saja, mainan, sereal coklat, permen dan hal menarik lain untuk anak biasanya disimpan di rak yang agak rendah untuk menarik perhatiannya.
5. Barang mudah dijangkau
Sejumlah toko dan supermarket biasanya menempatkan sebagian produknya di tempat yang mudah dijangkau. Sejumlah penelitian menunjukkan, menyentuh barang dapat meningkatkan keinginan untuk membeli barang.
6. Warna supermarket/toko
Warna juga dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli. Banyak orang yang lebih tertarik masuk ke toko yang didominasi warna merah, jingga dan kuning.
Tapi warna hijau dan biru juga mendorong konsumen untuk berbelanja lebih besar.
7. Musik
Beberapa penelitian menunjukkan tempo musik yang lamban dapat membuat para konsumen merasa nyaman. Selain itu, musik yang lambat juga memancingnya untuk menghabiskan lebih banyak uang.
Musik-musik klasik terbukti membuat orang ingin membeli barang dengan harga mahal.
8. Waktu diskon yang terbatas
Di depan toko atau supermarket, Anda juga biasanya melihat tawaran dengan waktu terbatas. Dengan pembatasan itu, Anda biasanya merasa perlu membeli barang sesegera mungkin.
9. Permen dan coklat di dekat kasir
Salah satu area paling menguntungkan adalah bagian antrean konsumen. Pihak supermarket biasanya memajang permen, coklat atau majalah di samping orang-orang yang sedang mengantre dan memaksanya membeli barang.(Sis/Nrm)

Kamis, 03 April 2014

Analisa Rasio



                                  Analisis Rasio

Adalah suatu analisa yang dilakukan dengan cara membandingkan angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan dalam suatu periode waktu tertentu.
Rasio Likuiditas
Adalah rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajiban atau hutang-hutang jangka pendeknya. Ada beberapa rasio yang masuk dalam kelompok Rasio Likuiditas.

a. Current Ratio

Menunjukkan jumlah kewajiban lancar yang dijamin pembayarannya oleh aktiva lancar. Semakin tinggi hasil perbandingan aktiva lancar dengan kewajiban lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya.

Current Ratio = (Kas + Bank + Piutang+ Persediaan) : (Hutang Lancar)

Misal CR = 1,23 kali artinya setiap 1 rupiah hutang dijamin oleh 1,23 rupiah aktiva lancar

b. Quick Ratio
Mengukur apakah perusahaan memiliki asset lancar (tanpa harus menjual persediaan) untuk menutup kewajiban jangka pendeknya, semakin baik kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancarnya.

Quick Ratio = (Aktiva Lancar - Persediaan) : (Kewajiban Lancar)

Misal QR = 2,14 kali artinya setiap 1 rupiah hutang dijamin oleh 2,14 rupiah aktiva lancar



Rasio Rentabilitas
Adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. Yang termasuk dalam kelompok Rasio Rentabilitas adalah :

a.      Return On Investment (ROI)
Menunjukkan tingkat pengembalian bisnis dari seluruh investasi yang telah dilakukan dengan membandingkan nilai laba bersih terhadap nilai investasi.

Return On Investment = (Laba Setelah Pajak) : (Nilai Investasi)

ROI > Bunga pinjaman à Proyek layak dilaksanakan
ROI < Bunga pinjaman à Proyek tidak layak dilaksanakan
ROI = Bunga pinjaman à Proyek boleh / tidak boleh  dilaksanakan


b.      Metode Analisis Pacback Periode

Adalah pengukuran periode dalam menutup kembali biaya investasi (initial cash investment)  dengan menggunakan aliran kas (laba bersih) yang akan diterima.

PP  = (Jumlah Nilai Investasi) : (Jumlah Kas yg masuk per tahun) x 1 tahun

PP > dari maximum PP yg ditetapkan à Proyek tidak layak dilaksanakan
PP < dari maximum PP yg ditetapkan à Proyek layak dilaksanakan
PP = maximum PP yg ditetapkan à Proyek boleh / tidak boleh  dilaksanakan

c.       Metode Analisis NPV (Net Present Value)

Adalah analisis untuk mengetahui nilai arus kas yang akan diterima selama periode investasi (NPV2) apakah lebih besar atau lebih kecil  dibandingkan dengan nilai investasi yang dikeluarkan pada saat sekarang (NPV1)

d.      Metode Analisis Internal Rate of Return

Adalah pengukuran besaran diskon factor (df) tingkat suku bunga yang diperoleh dengan men-sekarangkan (presentate) aliran kas yang akan diterima selama periode investasi.

Contoh Soal:
Pak Komang bermaksud mendirikan apotek. Dalam usulan FS membutuhkan dana bangunan dan sarana Rp. 250.000.000,-.
Nilai residu diperkirakan Rp. 50.000.000,-
Modal kerja (kas, bank, barang dagangan) sebesar Rp. 50.000.000,- dengan proyeksi laporan L/R tahun 1 sebagai berikut :

Penjualan                     Rp. 800.000.000
HPP                             Rp. 640.000.000
Biaya Usaha                Rp.   60.000.000
Laba sesudah pajak     Rp.   95.000.000

Kemudian usulan FS diajukan ke bank untuk memperoleh pinjaman. Setelah dianalsisis bank menetapkan pinjaman Pak Komang disetujui dengan catatan lama pinjaman 5 tahun, bunga 15% pertahun.
Proyeksi L/R pada tahun berikutnya (selama 5 tahun) dianggap sama. Buatlah analisa keuangannya…

a.       Penilaian dengan Payback Periode :
Jumlah Investasi : Rp. 250.000.000 + Rp. 50.000.000 = Rp. 300.000.000
Jumlah Kas masuk pertahun Rp. 95.000.000

Jadi PP = Rp. 300.000.000 / Rp. 95.000.000 x 1 tahun = 3,23 tahun

Kesimpulan sementara : lamanya pengembalian pinjaman bank 5 tahun, sedangkan apotek dengan tingkat perolehan laba sebesar Rp. 95.000.000 pertahun mampu menutup pinjaman selama 3,23 tahun ….-à layak

b.      Penilaian dengan ROI :
ROI = Rp. 95.000.000 / Rp. 300.000.000 x 100% = 31,67 %

Kesimpulan sementara : ROI yang diperoleh dengan laba sebesar Rp. 95.000.000 adalah 31,67% yang lebih besar dari 15% tingkat suku bunga --à Layak

c.       Penilaian dengan IRR :
Pengembalian pinjaman dari bank 5 tahun
Tingkat suku bunga pinjaman sebesar 15% pertahun
Asumsi perolehan L/R selama 5 tahun stabil /tetap
Nilai residu fix asset dan modal kerja 50+50 = 100 jt

Tahap menghitung IRR dengan Trial & Error

Trial Error I : dengan df1 yang besarnya = suku bunga bank 15% aliran kas, df 15% (df1) selama 5 tahun

Thn
Aliran Kas Masuk
DF 15%
NPV ALIRAN KAS
0
(300,000,000)
1
-300,000,000
NP1
1
95,000,000
0.8695
82,602,500

2
95,000,000
0.7561
71,829,500

3
95,000,000
0.6575
62,462,500

4
95,000,000
0.5717
54,311,500

5
95,000,000
0.4972
47,234,000


100,000,000
0.4972
49,720,000




368,160,000
NP2

▲1 = NPV2 – NPV1 = 368.168.000 – 300.000.000
▲1 = 68.000.000


Trial Error II : dengan df2  = 23%  selama 5 tahun

Thn
Aliran Kas Masuk
DF 23%
NPV ALIRAN KAS
0
(300,000,000)
1
-300,000,000
NP1
1
95,000,000
0.813
77,235,000

2
95,000,000
0.661
62,795,000

3
95,000,000
0.5374
51,053,000

4
95,000,000
0.4369
41,505,500

5
95,000,000
0.3552
33,744,000


100,000,000
0.3552
35,520,000




301,852,500
NP2

▲2 = NPV2 – NPV1 = 301.000.000 – 300.000.000
▲2 = 1.000.000


Trial Error III : dengan df2  = 24%  selama 5 tahun

Thn
Aliran Kas Masuk
DF 24%
NPV ALIRAN KAS
0
(300,000,000)
1
-300,000,000
NP1
1
95,000,000
0.8065
76,617,500

2
95,000,000
0.6504
61,788,000

3
95,000,000
0.5245
49,827,500

4
95,000,000
0.423
40,185,000

5
95,000,000
0.3411
32,404,500


100,000,000
0.3411
34,110,000




294,932,500
NP2

▲2 = NPV2 – NPV1 = 294.932.000 – 300.000.000
▲2 = - 5.000.000

Menetapkan df2 yang menghasilkan ▲2 yang paling mendekati 0 (nol).
Dari hasil trial dan error kedua dan ketiga diperoleh bahwa :
▲2 dgn df2 23% = 1.000.000 -àmendekati 0 (nol)
▲2 dgn df2 24% = -5.000.000

Mencari IRR :
IRR = (df1) + [ (▲1) / (▲1) + (▲2) x (df2-df1)]
IRR = 15% + [ 68.000.000/ 68.000.000 + 1.000.000 x (23%-15%]
IRR = 15% + 7.84%
IRR = 22.84%

Kesimpulan sementara : IRR yang diperoleh 22,84%> suku bunga pinjaman bank -à pinjaman layak

d.      Penilaian dengan Analisa NPV :

▲NPV = NPV2 – NPV1

▲NPV = 368.000.000 – 300.000.000
▲NPV = 68.000.000

Kesimpulan sementara : ▲NPV yang diperoleh dengan suku bunga 15% hasilnya positif, Rp. 68.000.000 -à Layak

 

Rasio Aktivitas
Adalah rasio yang menunjukkan efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Yang termasuk dalam kelompok Rasio Aktivitas adalah :

Asset Turnover
Perputaran aktiva menunjukan kemampuan manajemen mengelola seluruh investasi (aktiva) guna menghasilkan penjualan. Secara umum dikatakan bahwa semakin besar rasio ini akan semakin bagus karena menjadi pertanda manajemen dapat memanfaatkan setiap rupiah aktiva untuk menghasilkan penjualan.

Asset Turnover = (Penjualan Bersih) : (Total Aktiva)

Misal Asset Turnover = 2,89 kali … artinya bahwa manajemen mampu mengelola seluruh investasi sebanyak 2,89 kali setahun. Rata-rata perputaran  = 365/2,89 adalah 126 hari


Receivable Turnover
Perputaran piutang dagang menunjukkan berapa kali piutang dagang perusahaan berputar dalam satu tahun. Apabila tidak diperoleh rincian penjualan kredit, dapat digunakan Penjualan sebagai penggantinya dengan asumsi seluruh Penjualan yang dilakukan dengan cara kredit.

Receivable Turnover = (Penjualan Kredit) : (Piutang Dagang)

Rata2 Piutang Dagang = (Saldo Awal + Saldo Akhir) / 2

RTO = 25,9 kali………..
Rata-rata umur piutang = 365/25,9 = 14 hari


Average Collection Period
Periode Pengumpulan Piutang Dagang mengukur periode yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang persahaan. Semakin kecil hasilnya menunjukkan hasil yang semakin baik.

Average Collection Period = (Piutang x 360) : (Penjualan Kredit)

Invertory Turnover
Perputaran persediaan menunjukkan berapa kali persediaan barang dagangan perusahaan berputar dalam suatu periode tertentu.

Inventory Turnover = (Harga Pokok Penjualan) : (Persediaan)

Rata-rata persediaan = (Persediaan awal+ Persediaan Akhir) /2

ITO = 2,89 kali ….
Rata-rata persediaan = 365/2,89  126 hari ………artinya rata-rata umur persediaan 126 hari  

Account Payable Turnover
Perputaran Utang Dagang menunjukkan perputaran utang dagang dalam suatu periode tertentu.

Account Payable Turnover = (Harga Pokok Penjualan) : (Utang Dagang)